
Mengejar pendidikan di luar negeri adalah impian banyak orang, baik untuk mendapatkan pengalaman internasional, memperluas wawasan, maupun meningkatkan peluang karier. Studi abroad tidak hanya memberikan kesempatan untuk belajar di institusi berkelas dunia, tetapi juga membuka pintu bagi pengembangan diri secara holistik. Mahasiswa dapat mengasah keterampilan bahasa, beradaptasi dengan budaya baru, dan membangun jaringan global yang akan mendukung karier jangka panjang mereka. Selain itu, pengalaman hidup di negara asing sering kali membentuk karakter yang lebih mandiri, tangguh, dan open-minded. Banyak alumni studi abroad yang menyatakan bahwa masa studi mereka di luar negeri menjadi titik balik dalam kehidupan profesional dan pribadi mereka.
Namun, selain faktor akademik dan biaya, keamanan menjadi salah satu pertimbangan utama dalam memilih negara tujuan. Keamanan bukan hanya tentang rendahnya tingkat kriminalitas, tetapi juga mencakup stabilitas politik, respons cepat layanan darurat, ketersediaan asuransi kesehatan yang memadai, serta dukungan komunitas bagi mahasiswa internasional. Memilih negara yang aman berarti memastikan bahwa proses belajar berlangsung tanpa gangguan yang tidak perlu, sehingga mahasiswa bisa fokus pada pencapaian akademik dan pengalaman budaya yang positif.
Negara yang aman akan memberikan lingkungan belajar yang kondusif, nyaman, serta minim risiko kejahatan dan konflik sosial. Lingkungan seperti ini sangat penting karena mahasiswa sering kali hidup jauh dari keluarga, sehingga rasa aman menjadi fondasi utama untuk kesehatan mental dan produktivitas. Selain itu, universitas di negara-negara aman biasanya memiliki sistem pendukung yang kuat, seperti konseling, orientasi khusus untuk pelajar asing, dan komunitas internasional yang aktif. Hal ini membuat transisi ke kehidupan baru menjadi lebih lancar dan menyenangkan.
Berikut ini adalah 10 negara teraman untuk study abroad, berdasarkan faktor seperti tingkat kriminalitas yang rendah, stabilitas politik, serta kualitas hidup yang tinggi. Daftar ini disusun dengan mempertimbangkan data dari Global Peace Index, laporan Numbeo tentang keamanan kota, serta testimoni dari mahasiswa internasional yang telah berpengalaman. Setiap negara memiliki keunikan tersendiri, baik dari segi sistem pendidikan, biaya hidup, peluang kerja pasca-studi, maupun daya tarik budaya dan alamnya. Kami akan membahas secara mendalam untuk membantu kamu membuat keputusan yang tepat.
Baca juga: 4 Jurusan Ausbildung yang Paling Dicari di Jerman Tahun 2025
1. Swiss (Negeri yang Aman dengan Pendidikan Kelas Dunia)
Swiss dikenal sebagai salah satu negara paling aman di dunia dengan tingkat kriminalitas yang sangat rendah. Menurut Global Peace Index 2024, Swiss secara konsisten berada di peringkat 10 besar negara paling damai. Keamanan ini didukung oleh sistem hukum yang tegas, kepatuhan masyarakat terhadap aturan, serta polisi yang responsif dan ramah. Bagi mahasiswa, ini berarti kamu bisa berjalan-jalan malam hari di kota-kota seperti Zurich atau Geneva tanpa rasa khawatir berlebih.
Selain itu, Swiss juga memiliki sistem pendidikan yang unggul dengan universitas-universitas ternama seperti ETH Zurich (peringkat top 10 dunia untuk teknik dan sains) dan University of Zurich yang kuat di bidang kedokteran dan humaniora. Kurikulum di sini menekankan riset dan inovasi, sehingga lulusannya sangat diminati di pasar kerja global. Biaya kuliah untuk mahasiswa internasional sekitar 1.500-4.000 CHF per semester, tergantung universitas, dan banyak beasiswa yang tersedia melalui pemerintah Swiss atau institusi swasta.
Negara ini juga menawarkan pemandangan alam yang indah dan sistem transportasi publik yang sangat efisien, membuat kehidupan mahasiswa menjadi lebih nyaman dan terorganisir. Dengan Swiss Travel Pass, mahasiswa bisa menjelajahi Danau Geneva, Pegunungan Alpen, atau kota-kota kecil yang menawan hanya dengan satu tiket terintegrasi. Selain itu, komunitas internasional di kampus sangat aktif, dengan berbagai klub dan acara yang memudahkan adaptasi budaya.
Sebagai negara netral, Swiss memiliki stabilitas politik yang tinggi, sehingga mahasiswa internasional dapat fokus belajar tanpa khawatir akan konflik atau gangguan sosial. Swiss juga dikenal dengan standar hidup yang tinggi, termasuk sistem kesehatan gratis atau berbiaya rendah bagi pelajar, serta lingkungan yang bersih dan ramah lingkungan. Tips untuk calon mahasiswa: Kuasai bahasa Jerman, Prancis, atau Italia sesuai wilayah studi, karena meskipun banyak program berbahasa Inggris, bahasa lokal akan sangat membantu dalam kehidupan sehari-hari.
2. Selandia Baru (Destinasi yang Aman Disertai dengan Keindahan Alamnya)
Selandia Baru cukup menonjol dengan kualitas hidup yang tinggi serta tingkat keamanan yang luar biasa. Dengan budaya yang ramah dan terbuka, negara ini menjadi destinasi favorit bagi mahasiswa internasional. Tingkat kejahatan di sini termasuk yang terendah di dunia, dengan fokus pada pencegahan melalui edukasi komunitas dan polisi yang berorientasi pada masyarakat. Mahasiswa sering melaporkan rasa aman yang tinggi, bahkan saat tinggal di asrama atau apartemen bersama.
Kota-kota seperti Auckland dan Wellington menawarkan berbagai universitas berkualitas tinggi, seperti University of Auckland (peringkat QS top 100) dan Victoria University of Wellington yang unggul di bidang hukum dan ilmu sosial. Program studi di Selandia Baru menekankan pembelajaran berbasis proyek dan magang, sehingga mahasiswa langsung mendapatkan pengalaman praktis. Biaya kuliah untuk sarjana internasional sekitar 25.000-40.000 NZD per tahun, dengan banyak opsi beasiswa seperti New Zealand Excellence Awards.
Selain keamanan, Selandia Baru juga memiliki keindahan alam yang luar biasa, dari pegunungan hingga pantai, yang bisa menjadi tempat melepas penat dari kesibukan akademik. Aktivitas seperti hiking di Tongariro National Park, bungee jumping di Queenstown, atau menikmati pantai di Bay of Islands tidak hanya menyegarkan, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan keterampilan kepemimpinan. Banyak universitas yang mengintegrasikan field trip ke alam dalam kurikulum, terutama untuk jurusan lingkungan dan pariwisata.
Insight tambahan: Selandia Baru memiliki kebijakan pasca-studi yang ramah, memungkinkan lulusan internasional bekerja hingga 3 tahun dengan Post-Study Work Visa. Ini menjadi nilai tambah bagi yang ingin membangun karier di bidang teknologi, agribisnis, atau film. Tips praktis: Siapkan budget untuk aktivitas outdoor, dan bergabunglah dengan klub mahasiswa untuk menjalin pertemanan sejak awal.
3. Islandia (Negara dengan Kriminalitas Terendah)
Islandia sering kali menduduki peringkat pertama dalam daftar negara paling damai di dunia. Tingkat kriminalitas di sini hampir nol, sehingga menjadikannya tempat yang sangat aman bagi para pelajar. Polisi di Islandia bahkan tidak membawa senjata api, mencerminkan tingkat kepercayaan masyarakat yang tinggi. Bagi mahasiswa, ini berarti kebebasan untuk mengeksplorasi Reykjavik atau daerah pedesaan tanpa rasa takut.
Selain itu, Islandia memiliki lingkungan yang sangat bersih dan masyarakat yang sangat peduli terhadap keberlanjutan lingkungan. Negara ini menggunakan 100% energi terbarukan, dan budaya daur ulang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Mahasiswa yang tertarik pada isu climate change akan menemukan banyak inspirasi di sini, dengan akses langsung ke gletser, geothermal, dan aurora borealis.
Meskipun jumlah universitas di Islandia tidak sebanyak di negara lain, kualitas pendidikannya tetap tinggi, terutama dalam bidang ilmu lingkungan, geologi, dan teknologi informasi. University of Iceland dan Reykjavik University menawarkan program berbahasa Inggris dengan fokus riset. Biaya kuliah sangat terjangkau, hanya sekitar 500-1.000 EUR per tahun untuk mahasiswa non-EU, ditambah biaya hidup yang moderat jika tinggal di luar Reykjavik. Banyak mahasiswa memanfaatkan pekerjaan paruh waktu di sektor pariwisata untuk menutupi biaya.
Tips untuk sukses di Islandia: Pelajari dasar-dasar bahasa Islandia untuk integrasi sosial, dan siapkan pakaian hangat karena cuaca ekstrem. Komunitas mahasiswa internasional kecil tapi solid, sehingga mudah membangun pertemanan jangka panjang.
4. Finlandia (Pendidikan Berkualitas dengan Keamanan Maksimal)
Finlandia terkenal dengan sistem pendidikannya yang inovatif dan berkualitas tinggi. Selain itu, Finlandia memiliki tingkat keamanan yang sangat baik, dengan rendahnya angka kejahatan serta kestabilan sosial yang tinggi. Menurut survei Numbeo, Helsinki termasuk kota teraman di Eropa untuk berjalan sendirian di malam hari. Sistem welfare Finlandia juga memastikan akses kesehatan dan dukungan sosial bagi semua penduduk, termasuk mahasiswa internasional.
Kota-kota seperti Helsinki dan Tampere menjadi tujuan utama bagi mahasiswa yang ingin mendapatkan pendidikan berkualitas dengan suasana yang tenang dan nyaman. University of Helsinki dan Aalto University unggul di bidang teknologi, desain, dan pendidikan. Pendekatan pembelajaran Finlandia menekankan kreativitas, critical thinking, dan keseimbangan kerja-hidup, dengan jam kuliah yang fleksibel dan banyak proyek kelompok.
Salah satu keunggulan Finlandia adalah biaya pendidikan yang relatif terjangkau bagi mahasiswa internasional dibandingkan negara-negara Eropa Barat lainnya. Untuk program sarjana non-EU, biaya sekitar 8.000-18.000 EUR per tahun, dengan banyak beasiswa penuh seperti Finland Scholarship. Mahasiswa juga diizinkan bekerja 30 jam/minggu, dan musim panas lapangan kerja di sektor teknologi sangat melimpah.
Narasi tambahan: Finlandia dikenal dengan konsep “sisu” – ketabahan dan determinasi – yang tercermin dalam budaya akademiknya. Mahasiswa diajak untuk bereksperimen dan gagal sebagai bagian dari pembelajaran. Selain itu, sauna tradisional dan danau-danau yang indah menjadi cara populer untuk relaksasi. Insight SEO: Finlandia sering dicari dengan kata kunci “study in Finland scholarship” atau “free education in Europe”.
5. Singapura (Keamanan yang Tinggi di Jantung Asia)
Sebagai salah satu negara teraman di Asia, Singapura menawarkan lingkungan belajar yang modern dan multikultural. Hukum anti-kejahatan yang ketat, seperti larangan mengunyah permen karet di tempat umum atau denda tinggi untuk littering, menciptakan kota yang bersih dan tertib. Kamera CCTV di mana-mana dan respons polisi yang cepat membuat mahasiswa merasa sangat aman, bahkan di tengah malam.
Dengan universitas top seperti National University of Singapore (NUS) dan Nanyang Technological University (NTU), negara ini menjadi tujuan favorit bagi pelajar internasional. NUS dan NTU konsisten masuk top 20 dunia QS Ranking, dengan kekuatan di engineering, business, dan computer science. Program double degree dengan universitas mitra global dan magang di perusahaan seperti Google atau DBS Bank menjadi daya tarik utama.
Baca juga: Apakah Orang Bertato Bisa Mendaftar Tokutei Ginou di Jepang?
Singapura memiliki aturan hukum yang ketat, sehingga tingkat kejahatannya sangat rendah. Selain itu, sistem transportasi dan fasilitas umum yang canggih membuat kehidupan mahasiswa menjadi lebih praktis dan efisien. MRT dan bus beroperasi 24 jam di akhir pekan, dan kampus dilengkapi fasilitas olahraga, perpustakaan digital, serta food court halal. Biaya hidup tinggi (sekitar 1.500-2.500 SGD/bulan), tetapi beasiswa seperti ASEAN Scholarship bisa menutupi sebagian besar.
Tips SEO-friendly: Singapura populer untuk jurusan STEM dan finance. Mahasiswa Indonesia sering mencari “study in Singapore scholarship for Indonesian”. Bergabunglah dengan Indonesian Students Association in Singapore untuk dukungan komunitas.
6. Jepang (Kombinasi Antara Tingkat Keamanan dan Budaya yang Kaya)
Jepang adalah salah satu negara dengan tingkat kriminalitas terendah di dunia. Masyarakat Jepang sangat disiplin dan tertib, sehingga menciptakan lingkungan yang aman bagi mahasiswa internasional. Konsep “omotenashi” (keramahan) membuat pelajar asing merasa diterima, ditambah sistem kehilangan barang yang hampir selalu dikembalikan oleh polisi koban.
Dengan universitas seperti University of Tokyo, Kyoto University, dan Osaka University, Jepang menawarkan pendidikan berkualitas tinggi dengan keunggulan dalam sains, teknologi, dan bisnis. Banyak program berbahasa Inggris seperti Global 30 atau Super Global University Project. Biaya kuliah sekitar 500.000-1.000.000 JPY per tahun untuk universitas nasional, dengan beasiswa MEXT yang fully funded sangat kompetitif.
Selain itu, Jepang memiliki budaya yang unik dan kaya, sehingga memberikan pengalaman belajar yang lebih mendalam bagi mahasiswa asing yang ingin memahami nilai-nilai tradisional dan modern. Dari festival matsuri, onsen, hingga teknologi robotika, setiap hari adalah pembelajaran. Mahasiswa bisa mengikuti klub budaya seperti tea ceremony atau kendo untuk integrasi yang lebih baik.
Insight tambahan: Jepang menawarkan peluang kerja pasca-studi melalui Specified Skilled Worker visa. Tips: Pelajari hiragana dan katakana sebelum berangkat, dan manfaatkan konbini untuk makanan halal atau vegetarian.
7. Norwegia (Pendidikan Gratis dengan Kualitas Tinggi)
Norwegia tidak hanya aman tetapi juga menawarkan pendidikan tinggi gratis untuk mahasiswa dari berbagai negara, termasuk non-EU, di universitas negeri. Hanya dikenakan biaya administrasi sekitar 300-600 NOK per semester. University of Oslo dan NTNU (Norwegian University of Science and Technology) termasuk yang terbaik di Eropa untuk engineering dan ilmu kelautan.
Dengan kualitas hidup yang tinggi dan lingkungan yang ramah, Norwegia menjadi salah satu destinasi terbaik untuk study abroad. Tingkat kebahagiaan penduduk Norwegia selalu tinggi berkat work-life balance, alam yang spectacular, dan sistem sosial yang inklusif. Mahasiswa internasional mendapatkan akses ke layanan kesehatan gratis dan diskon transportasi.
Tingkat kejahatan yang sangat rendah serta keindahan alam yang luar biasa menjadikan negara ini tempat yang ideal bagi mahasiswa untuk mencari kombinasi antara pendidikan berkualitas dan lingkungan yang nyaman. Hiking di fjord, skiing, atau melihat northern lights menjadi aktivitas rutin yang menyegarkan pikiran. Banyak program studi yang mengintegrasikan field work di alam.
Tips praktis: Biaya hidup tinggi (10.000-15.000 NOK/bulan), jadi cari pekerjaan paruh waktu di kafe atau supermarket. Pelajari bahasa Norwegia gratis melalui kursus universitas untuk integrasi yang lebih baik.
8. Kanada (Destinasi Favorit dengan Sistem Pendidikan yang Unggul)
Kanada adalah salah satu negara paling populer bagi mahasiswa internasional, tidak hanya karena kualitas pendidikannya yang tinggi tetapi juga karena tingkat keamanannya yang sangat baik. Kota-kota seperti Toronto dan Vancouver sering masuk daftar kota paling layak huni di dunia. Polisi ramah dan program anti-diskriminasi melindungi pelajar asing dari isu rasisme.
Kota-kota seperti Toronto, Vancouver, dan Montreal menawarkan lingkungan yang multikultural serta universitas-universitas top seperti University of Toronto dan McGill University. Kanada unggul di bidang AI, kesehatan, dan bisnis. Program co-op (magang berbayar) memungkinkan mahasiswa mendapatkan pengalaman kerja sambil kuliah.
Selain keamanan, Kanada juga memiliki kebijakan imigrasi yang ramah bagi mahasiswa asing, ini memberikan kesempatan untuk bekerja dan menetap setelah lulus melalui Post-Graduation Work Permit (PGWP) hingga 3 tahun. Banyak lulusan yang akhirnya menjadi permanent resident. Biaya kuliah 15.000-35.000 CAD/tahun, dengan beasiswa seperti Vanier Canada Graduate Scholarships.
Narasi tambahan: Musim dingin ekstrem tapi komunitas Indonesia besar di setiap kota besar. Bergabunglah dengan PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) untuk dukungan. Insight: Kanada sering dicari dengan kata kunci “study permit Canada 2025” atau “cheap universities in Canada”.
9. Denmark (Negara Skandinavia dengan Lingkungan yang Aman)
Denmark dikenal dengan masyarakatnya yang bahagia dan tingkat keamanan yang tinggi. Konsep “hygge” – kenyamanan dan kebersamaan – menjadi budaya sehari-hari. Tingkat kejahatan rendah, dan kepercayaan antarwarga tinggi; banyak orang meninggalkan sepeda tanpa kunci.
Universitas-universitas di Denmark seperti University of Copenhagen dan Aarhus University, menawarkan pendidikan berkualitas dengan pendekatan yang inovatif. Program master berbahasa Inggris sangat banyak, dengan fokus pada sustainability, design, dan life sciences. Biaya kuliah untuk non-EU sekitar 8.000-16.000 EUR/tahun, tapi universitas negeri gratis untuk EU/EEA.
Negara ini juga memiliki keseimbangan antara kehidupan akademik dan sosial, ini menjadikannya destinasi yang ideal bagi mahasiswa yang ingin merasakan pengalaman belajar yang lebih santai tetapi tetap kompetitif. Copenhagen dikenal dengan budaya sepeda, kanal indah, dan kafe-kafe cozy. Mahasiswa diizinkan bekerja 20 jam/minggu.
Tips: Manfaatkan Danish language course gratis, dan coba makanan lokal seperti smørrebrød. Denmark cocok untuk jurusan renewable energy dan architecture.
10. Australia (Pilihan Terbaik untuk Mahasiswa Internasional)
Australia selalu menjadi pilihan utama bagi mahasiswa internasional karena keamanan, kualitas pendidikan, dan gaya hidupnya yang dinamis. Tingkat kejahatan rendah di kota-kota universitas, dengan polisi yang proaktif dalam kampanye keselamatan mahasiswa. Komunitas Indonesia sangat besar, terutama di Melbourne dan Sydney.
Kota-kota seperti Sydney, Melbourne, dan Brisbane memiliki universitas kelas dunia seperti University of Melbourne dan Australian National University. Group of Eight (Go8) universities menawarkan riset berkualitas tinggi. Biaya kuliah 25.000-45.000 AUD/tahun, dengan beasiswa Australia Awards untuk pelajar Indonesia.
Australia juga menawarkan banyak kesempatan kerja bagi mahasiswa internasional, serta program visa yang memungkinkan lulusannya untuk tetap bekerja di negara ini setelah menyelesaikan studi mereka melalui Temporary Graduate Visa (2-4 tahun). Industri mining, healthcare, dan IT sangat membutuhkan tenaga terampil.
Insight tambahan: Pantai Bondi, Great Barrier Reef, dan festival musik menjadi daya tarik lifestyle. Tips: Siapkan OSHC (asuransi kesehatan) wajib, dan cari akomodasi share house untuk hemat biaya.
Faktor-Faktor yang Harus Dipertimbangkan Saat Memilih Negara untuk Study Abroad
Selain keamanan, ada beberapa faktor lain yang harus kamu pertimbangkan saat memilih negara tujuan untuk studi adalah: kualitas pengajaran, akreditasi internasional, rasio dosen-mahasiswa, fasilitas riset, dan ranking global universitas. Selain itu, perhatikan juga iklim, zona waktu (untuk komunikasi dengan keluarga), dan aksesibilitas bandara internasional.
Baca juga: 7 Hal yang Harus Kamu Tahu tentang Bill Gates Scholarship
- Kualitas Pendidikan – Pastikan universitas yang kamu pilih memiliki reputasi yang baik dan menawarkan program studi yang sesuai dengan minat serta tujuan kariermu. Cek QS World University Rankings, Times Higher Education, atau alumni success rate di LinkedIn.
- Biaya Hidup dan Pendidikan – Perhitungkan biaya kuliah serta biaya hidup di negara tersebut, termasuk akomodasi, transportasi, dan kebutuhan sehari-hari. Gunakan situs seperti Numbeo atau Expatistan untuk simulasi budget bulanan, dan cari part-time job yang diizinkan.
- Peluang Kerja – Beberapa negara memungkinkan mahasiswa internasional untuk bekerja paruh waktu selama studi atau mendapatkan izin kerja setelah lulus. Cari tahu tentang wage minimum, industri yang sedang berkembang, dan jalur menuju permanent residency.
- Budaya dan Gaya Hidup – Pilih negara dengan budaya yang cocok dengan preferensi kamu agar lebih mudah beradaptasi. Pertimbangkan makanan halal, tempat ibadah, komunitas Indonesia, dan toleransi terhadap perbedaan.
- Persyaratan Visa dan Bahasa – Pastikan kamu memenuhi syarat visa pelajar, termasuk proof of funds, health check, dan skor bahasa minimal (IELTS/TOEFL). Beberapa negara juga mensyaratkan asuransi kesehatan wajib.
- Dukungan Mahasiswa Internasional – Cari universitas dengan International Office yang aktif, buddy program, dan orientasi khusus. Baca review di situs seperti StudyPortals atau forum Reddit.
Dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini, kamu dapat memilih destinasi yang paling sesuai untuk pengalaman belajar yang optimal. Lakukan riset mendalam, konsultasi dengan konselor pendidikan, dan hubungi alumni untuk insight real.
Pilih Negara yang Sesuai dengan Kebutuhan dan Preferensi Kamu
Memilih negara untuk study abroad bukan hanya soal kualitas pendidikan, tetapi juga soal kenyamanan dan keamanan selama menjalani studi. Setiap negara memiliki pro dan kontra; yang terbaik adalah yang selaras dengan visi karier, budget, dan kepribadianmu. Mulailah dengan membuat shortlist 3-5 negara, lalu bandingkan secara detail.
Negara-negara yang tercantum di atas telah terbukti sebagai destinasi yang aman dan ideal bagi mahasiswa internasional. Ribuan pelajar Indonesia telah sukses di sini, membuktikan bahwa dengan persiapan matang, impian studi abroad bisa terwujud.
Bagi kamu yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri, persiapan bahasa adalah salah satu faktor penting yang tidak boleh diabaikan. Skor IELTS 6.5+ atau TOEFL iBT 90+ sering menjadi syarat minimal. Latihan speaking dan writing secara intensif akan meningkatkan kepercayaan diri saat wawancara visa atau kuliah.
Kemampuan bahasa yang baik akan memudahkan kamu dalam proses pendaftaran, komunikasi sehari-hari, serta memahami materi perkuliahan dengan lebih baik. Bahasa juga membuka pintu untuk pertemanan lintas budaya dan peluang magang.
Untuk membantu kamu dalam mempersiapkan diri, Ultimate Education menyediakan berbagai pelatihan dan bimbingan belajar bahasa asing, termasuk IELTS, TOEFL, dan JLPT. Kami memiliki track record membantu ratusan siswa mencapai target score dalam waktu singkat, dengan kelas kecil, materi up-to-date, dan simulasi ujian realistis.
Dengan metode pembelajaran yang efektif dan instruktur berpengalaman, kami siap membantu kamu dalam mencapai skor terbaik dan mewujudkan impian untuk studi ke luar negeri. Konsultasi gratis tersedia untuk assessment level dan rekomendasi program yang tepat.
Bergabunglah dengan Ultimate Education dan mulailah perjalanan akademikmu dengan persiapan yang matang! Hubungi kami sekarang melalui WhatsApp atau kunjungi website untuk jadwal kelas terbaru.
