
Ngikutin program Ausbildung di Jerman sering jadi impian banyak orang. Bisa belajar sambil kerja, dapat gaji, plus peluang karier jangka panjang yang jelas. Program ini memang dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan praktis yang langsung bisa diterapkan di dunia kerja, sehingga banyak pemuda dari berbagai negara, termasuk Indonesia, yang tertarik untuk bergabung. Selain itu, Ausbildung juga menawarkan stabilitas ekonomi karena peserta menerima gaji selama masa pendidikan, yang bisa membantu membiayai kehidupan sehari-hari di negara yang dikenal dengan biaya hidup relatif tinggi tersebut.
Tapi di balik semua itu, muncul satu pertanyaan klasik yang hampir pasti kepikiran oleh semua peserta Ausbildung, terutama yang lagi ngitung biaya hidup: “Kalau ambil kerja part time lagi, boleh nggak sih?” Pertanyaan ini sering muncul karena meskipun ada gaji dari Ausbildung, faktor seperti inflasi, kenaikan harga sewa rumah, atau kebutuhan pribadi seperti kirim uang ke keluarga di tanah air bisa membuat anggaran bulanan terasa ketat. Banyak peserta yang merasa perlu mencari tambahan penghasilan untuk menjaga kestabilan finansial mereka selama menjalani program ini.
Jawaban singkatnya, boleh. Jawaban panjangnya, boleh, tapi ada aturan main yang wajib banget kamu pahami. Kalau kamu asal gas tanpa tahu regulasi, risikonya bukan cuma capek, tapi bisa kena masalah administrasi sampai izin tinggal. Di Jerman, sistem regulasi sangat ketat dan transparan, sehingga memahami aturan ini bukan hanya untuk menghindari sanksi, tapi juga untuk memastikan bahwa pengalaman Ausbildung kamu berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal. Artikel ini akan membantu kamu memahami seluk-beluknya agar bisa membuat keputusan yang bijak.
Nah, di artikel ini, kita bakal bahas tuntas soal kerja part time saat Ausbildung, mulai dari aturan jam kerja, izin yang dibutuhkan, jenis pekerjaan yang aman, sampai tips biar tetap waras secara fisik dan mental. Kami juga akan menyertakan insight dari pengalaman peserta sebelumnya, serta saran praktis yang bisa langsung diterapkan untuk menghindari jebakan umum. Dengan memahami semua aspek ini, kamu bisa mengoptimalkan waktu dan energi kamu tanpa mengorbankan tujuan utama program Ausbildung, yaitu memperoleh kualifikasi profesional yang diakui secara internasional.
Baca juga: 5 Hal Absurd tapi Relate yang Pernah Dilakuin Pejuang IELTS Demi Skor 8.0+
Sekilas Tentang Ausbildung dan Realita Kehidupannya
Buat yang belum terlalu familiar, Ausbildung adalah sistem pendidikan vokasi di Jerman yang menggabungkan pembelajaran teori di sekolah kejuruan (Berufsschule) dan praktik langsung di perusahaan. Jadi kamu bukan cuma duduk di kelas, tapi juga kerja langsung sesuai bidang yang dipelajari. Sistem ini telah terbukti efektif selama bertahun-tahun, dengan tingkat penyerapan tenaga kerja yang tinggi setelah lulus, sering kali mencapai 90% atau lebih di berbagai sektor industri. Ausbildung mencakup ratusan profesi, mulai dari teknik, kesehatan, hingga pariwisata, sehingga cocok untuk berbagai minat dan latar belakang pendidikan.
Enaknya, peserta Ausbildung dapat gaji bulanan. Tapi realitanya, gaji ini belum tentu cukup untuk nutup semua kebutuhan hidup, apalagi di kota besar seperti Berlin, München, atau Frankfurt. Biaya sewa, asuransi, transportasi, dan kebutuhan harian bisa bikin dompet ketar-ketir. Misalnya, di Berlin, biaya sewa apartemen kecil bisa mencapai 800-1000 Euro per bulan, sementara gaji Ausbildung tahap awal biasanya sekitar 800-1200 Euro brutto. Ini berarti setelah potongan pajak dan asuransi, sisa uang untuk kebutuhan lain bisa sangat terbatas, terutama jika kamu memiliki tanggungan keluarga atau hutang pendidikan sebelumnya.
Makanya, keinginan buat ambil kerja part time itu wajar banget. Tapi Jerman bukan negara yang fleksibel soal aturan imigrasi dan ketenagakerjaan. Semuanya ada regulasinya, dan itu harus dipatuhi. Regulasi ini dirancang untuk melindungi peserta Ausbildung agar tidak dieksploitasi dan tetap fokus pada pendidikan mereka. Selain itu, mematuhi aturan juga membantu membangun rekam jejak yang baik, yang nantinya berguna saat mengajukan perpanjangan visa atau mencari pekerjaan tetap setelah lulus. Banyak peserta yang sukses karena mereka memahami dan menghormati sistem ini sejak awal.
Jadi, Bolehkah Kerja Part Time Saat Ausbildung?
Jawabannya tegas: BISA.
Tapi dengan beberapa syarat penting. Aturan ini didasarkan pada undang-undang ketenagakerjaan Jerman yang mengatur hak dan kewajiban bagi pemegang visa Ausbildung, yang biasanya termasuk dalam kategori visa pelatihan vokasi. Syarat-syarat ini mencakup aspek legal, administratif, dan praktis yang harus dipenuhi untuk menghindari komplikasi di kemudian hari.
Sebagai peserta Ausbildung, status kamu itu bukan pekerja penuh, tapi juga bukan pelajar murni. Kamu ada di tengah-tengah, dan itu yang bikin aturannya agak spesifik. Kerja part time diperbolehkan selama tidak mengganggu Ausbildung dan tidak melanggar batas jam kerja yang ditetapkan. Ini berarti kamu harus memastikan bahwa pekerjaan tambahan tidak mengurangi waktu belajar atau praktik di perusahaan utama. Banyak peserta yang berhasil menyeimbangkan keduanya dengan perencanaan yang matang, dan ini bisa menjadi pengalaman berharga untuk mengasah kemampuan manajemen diri dan ketahanan mental.
Aturan Jam Kerja: Ini yang Paling Krusial
Hal pertama yang wajib kamu pahami adalah soal jam kerja. Ini bukan bisa ditawar-tawar. Peserta Ausbildung diperbolehkan bekerja part time maksimal 20 jam per minggu di luar jam Ausbildung. Artinya, jam kerja di tempat Ausbildung tidak dihitung sebagai part time tambahan. Aturan ini diatur dalam Arbeitszeitgesetz (undang-undang waktu kerja) Jerman, yang bertujuan untuk mencegah kelelahan berlebih dan memastikan kesejahteraan pekerja, termasuk peserta program vokasi seperti Ausbildung.
Contohnya: Kalau kamu sudah kerja 40 jam seminggu di tempat Ausbildung, lalu ambil part time 20 jam, itu masih dianggap aman secara aturan. Tapi kalau part time-nya lebih dari itu, kamu sudah masuk zona merah. Untuk menghitungnya dengan akurat, kamu bisa menggunakan aplikasi pelacak waktu atau catatan harian untuk memastikan tidak melebihi batas. Selain itu, pertimbangkan juga hari libur nasional atau cuti tahunan yang bisa memengaruhi jadwal kerja kamu secara keseluruhan.
Kalau ketahuan melanggar, konsekuensinya bisa serius:
- Teguran dari kantor migrasi
- Masalah dengan izin tinggal
- Bahkan risiko kontrak Ausbildung diputus
Jadi, jangan pernah berpikir “ah paling nggak ketahuan”. Di Jerman, data administrasi itu rapi dan saling terhubung. Sistem pajak dan asuransi sosial mereka terintegrasi dengan baik, sehingga pelanggaran bisa terdeteksi melalui laporan bulanan atau audit rutin. Lebih baik fokus pada kepatuhan untuk membangun reputasi yang positif, yang nantinya bisa membuka pintu peluang karier lebih luas setelah menyelesaikan program.
Izin Itu Wajib, Bukan Opsional
Ini bagian yang sering disepelekan, padahal super penting. Sebelum ambil kerja part time, kamu harus izin ke dua pihak:
- Perusahaan tempat kamu menjalani Ausbildung
- Kantor migrasi (Ausländerbehörde)
Kenapa perusahaan Ausbildung harus tahu? Karena mereka bertanggung jawab atas performa dan kesehatan kamu selama program. Kalau part time bikin kamu keteteran, yang kena dampaknya juga perusahaan. Mereka mungkin perlu menyesuaikan jadwal atau memberikan dukungan tambahan, seperti konseling karier, untuk memastikan kamu tetap produktif. Komunikasi terbuka dengan perusahaan juga bisa memperkuat hubungan profesional, yang berguna saat nanti mencari referensi kerja.
Sedangkan kantor migrasi perlu memastikan bahwa aktivitas tambahan kamu masih sesuai dengan visa dan izin tinggal yang dimiliki. Kerja part time tanpa izin itu ibarat main api. Sekali ketahuan, urusannya bisa panjang. Proses pengajuan izin biasanya melibatkan pengisian formulir, bukti kontrak kerja part time, dan mungkin wawancara singkat. Waktu pemrosesan bisa memakan hingga beberapa minggu, jadi rencanakan dengan baik agar tidak tergesa-gesa. Selain itu, pastikan semua dokumen seperti paspor, kontrak Ausbildung, dan bukti asuransi kesehatan dalam kondisi update untuk mempercepat proses ini.
Baca juga: Program Non STEM Favorit Awardee LPDP! Jalan Karier Keren Buat Kamu
Jenis Kerja Part Time yang Paling Aman Buat Peserta Ausbildung
Nggak semua kerja part time cocok buat peserta Ausbildung. Idealnya, kamu pilih kerja yang:
- Jamnya fleksibel
- Tidak terlalu menguras tenaga
- Tidak bentrok dengan jadwal Ausbildung dan sekolah
Beberapa contoh kerja part time yang cukup populer:
- Barista di kafe atau restoran
- Staff dapur atau pelayan
- Pekerja gudang
- Mini market atau supermarket
- Cleaning service
- Kerja akhir pekan di event tertentu
Kalau kamu punya skill bahasa yang oke, peluangnya bisa lebih luas. Misalnya bantu-bantu administrasi atau kerja yang berhubungan dengan komunikasi. Selain itu, pertimbangkan pekerjaan yang bisa menambah nilai CV kamu, seperti tutor bahasa atau asisten di sektor terkait Ausbildung mu, yang bisa memberikan pengalaman tambahan tanpa terlalu menyimpang dari fokus utama. Platform seperti Indeed, StepStone, atau grup Facebook komunitas Indonesia di Jerman sering menjadi sumber lowongan kerja part time yang aman dan sesuai regulasi. Pastikan juga untuk memeriksa ulasan dari pekerja sebelumnya agar menghindari employer yang tidak adil atau melanggar aturan ketenagakerjaan.
Jangan Asal Ambil Kerja, Pikirkan Dampaknya
Secara teori, kerja part time itu membantu finansial. Tapi secara praktik, kamu harus jujur sama diri sendiri: kuat nggak? Ausbildung itu sendiri sudah cukup melelahkan. Program ini biasanya berlangsung 2-3 tahun, dengan jadwal yang padat antara teori dan praktik, sehingga menambahkan beban kerja ekstra memerlukan stamina fisik dan mental yang prima.
Kamu harus:
- Kerja fisik atau teknis
- Belajar teori
- Adaptasi budaya
- Pakai bahasa asing setiap hari
Kalau ditambah part time tanpa manajemen waktu yang baik, efeknya bisa ke mana-mana:
- Nilai sekolah turun
- Performa kerja menurun
- Badan gampang sakit
- Mental burnout
Ingat, tujuan utama kamu di Jerman adalah lulus Ausbildung dengan baik, bukan sekadar bertahan hidup bulan ini. Banyak cerita sukses dari alumni Ausbildung yang menekankan pentingnya keseimbangan hidup, di mana mereka berhasil lulus dengan nilai baik dan langsung mendapatkan kontrak kerja tetap karena fokus mereka tidak terganggu oleh pekerjaan sampingan yang berlebihan. Evaluasi secara berkala kondisi kamu, mungkin setiap bulan, untuk menilai apakah part time masih memberikan manfaat atau justru menjadi beban.
Kesehatan dan Belajar Tetap Nomor Satu
Ini klise, tapi nyata.
Banyak peserta Ausbildung yang terlalu fokus cari tambahan uang sampai lupa istirahat. Padahal, kalau sampai sakit, kamu malah keluar biaya lebih besar dan performa makin anjlok. Sistem kesehatan di Jerman memang baik, tapi biaya pengobatan tanpa asuransi lengkap bisa mahal, dan absen kerja karena sakit bisa memengaruhi evaluasi Ausbildung mu. Prioritaskan kesehatan dengan rutinitas seperti olahraga ringan, makan sehat, dan check-up rutin untuk mencegah masalah yang lebih besar.
Tips sederhana tapi penting:
- Tidur cukup, minimal 6–7 jam
- Jangan ambil shift malam terus-menerus
- Sisakan waktu buat belajar dan review materi
- Jangan ragu berhenti part time kalau sudah terasa berat
Ingat, Ausbildung itu investasi jangka panjang. Jangan dikorbankan demi keuntungan sesaat. Dengan menjaga kesehatan dan fokus belajar, kamu tidak hanya menyelesaikan program dengan sukses, tapi juga membangun fondasi yang kuat untuk karier di Jerman atau bahkan secara global, karena sertifikasi Ausbildung diakui di banyak negara Eropa.
Baca juga: Biaya Hidup Kuliah di Malaysia Realistis Gak Sih Buat Anak Indonesia? Ini Jawabannya!
Manajemen Waktu Jadi Kunci Utama
Kalau kamu tetap ingin kerja part time, kunci suksesnya ada di manajemen waktu. Bikin jadwal mingguan yang realistis. Tandai jam kerja Ausbildung, jam sekolah, jam part time, dan waktu istirahat. Jangan isi kalender sampai penuh tanpa jeda. Gunakan tools seperti Google Calendar atau aplikasi seperti Todoist untuk mengatur reminder dan memantau progres harian. Selain itu, pelajari teknik seperti Pomodoro untuk meningkatkan produktivitas selama sesi belajar atau kerja, sehingga kamu bisa menyelesaikan tugas lebih efisien dan memiliki lebih banyak waktu luang.
Kalau perlu, komunikasikan kondisi kamu ke atasan part time. Banyak employer di Jerman yang cukup pengertian, asal kamu jujur dari awal. Mereka sering kali menghargai transparansi dan bisa menawarkan fleksibilitas seperti shift akhir pekan atau jam kerja yang bisa disesuaikan dengan jadwal Ausbildung mu. Bergabung dengan komunitas peserta Ausbildung di media sosial juga bisa memberikan tips manajemen waktu dari mereka yang sudah berpengalaman, membantu kamu menghindari kesalahan umum dan menemukan strategi yang paling cocok untuk situasi pribadi mu.
Kerja Part Time Boleh, Tapi Jangan Lupa Tujuan Awal
Ausbildung bukan cuma soal kerja dan gaji. Ini tentang:
- Bangun skill
- Dapat sertifikasi
- Buka peluang kerja tetap di Jerman
- Naik level karier
Kalau part time sampai mengganggu semua itu, berarti ada yang perlu dievaluasi. Lebih baik jalan pelan tapi konsisten, daripada ngebut tapi akhirnya kelelahan dan gagal di tengah jalan. Banyak peserta yang sukses menceritakan bagaimana mereka menggunakan part time sebagai sarana belajar tambahan, seperti meningkatkan kemampuan bahasa Jerman melalui interaksi dengan pelanggan, yang pada akhirnya memperkaya pengalaman Ausbildung mereka. Namun, jika part time mulai mengurangi waktu untuk networking atau kursus tambahan, pertimbangkan untuk mengurangi atau menghentikannya sementara.
Siapkan Diri Sejak Awal Biar Nggak Salah Langkah
Kerja part time saat Ausbildung itu bisa dan legal, asal kamu patuh aturan, tahu batasan, dan tetap memprioritaskan kesehatan serta pendidikan. Jangan cuma ikut-ikutan, tapi pahami kondisimu sendiri. Persiapan awal seperti mempelajari bahasa Jerman lebih dalam atau membangun jaringan sebelum berangkat bisa membuat transisi lebih mudah, sehingga kebutuhan akan part time mungkin tidak terlalu mendesak. Selain itu, eksplorasi opsi bantuan keuangan seperti beasiswa tambahan atau subsidi pemerintah Jerman untuk peserta Ausbildung bisa menjadi alternatif sebelum memutuskan kerja sampingan.
Kalau kamu sedang mempersiapkan diri ke Jerman dan ingin lolos persyaratan bahasa dengan lebih percaya diri, Ultimate Education siap bantu kamu lewat kursus dan bimbingan TestDaF yang terstruktur, plus jasa penerjemah dokumen yang rapi dan sesuai standar resmi. Program kami dirancang khusus untuk calon peserta Ausbildung, dengan materi yang mencakup kosakata teknis dan simulasi wawancara, sehingga kamu bisa lebih siap menghadapi tantangan di Jerman.
Semua dipandu oleh tim berpengalaman, jadi kamu bisa fokus ke tujuan besar tanpa ribet urusan teknis. Buat kamu yang pengin persiapan maksimal dan anti salah langkah, Ultimate Education bisa jadi pilihan kursus terbaik buat nemenin langkahmu menuju Jerman. Dengan dukungan kami, banyak siswa yang berhasil mencapai skor TestDaF yang dibutuhkan dan memulai Ausbildung mereka dengan lancar, sambil memiliki pemahaman yang lebih baik tentang kehidupan sehari-hari di sana, termasuk tips mengelola keuangan dan kerja part time secara bijak.
