
Mempersiapkan diri untuk ujian IELTS (International English Language Testing System) adalah langkah penting bagi siapa saja yang berencana untuk studi, bekerja, atau bermigrasi ke negara-negara berbahasa Inggris. IELTS tidak hanya mengukur kemampuan bahasa Inggris secara umum, tetapi juga menilai seberapa baik seseorang dapat berkomunikasi dalam situasi akademis dan profesional. Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai aspek persiapan IELTS yang dapat membantu Anda mencapai skor terbaik. Dari pemahaman tentang format ujian hingga strategi belajar yang efektif, serta tips praktis untuk meningkatkan keterampilan bahasa Inggris Anda, semua akan diulas secara komprehensif untuk memastikan Anda siap menghadapi tantangan ini.
Baca juga: Tes IELTS Resmi: Dimana dan Metode Apa saja?
Apa Itu IELTS?
IELTS (International English Language Testing System) adalah tes bahasa Inggris yang diakui secara internasional dan digunakan untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris seseorang. Tes ini biasanya menjadi syarat untuk melanjutkan studi, mendapatkan pekerjaan, atau imigrasi ke negara-negara yang berbahasa Inggris. IELTS adalah ujian yang dimaksudkan untuk mengevaluasi empat kemampuan penting dalam berbicara bahasa Inggris, yaitu:
Listening (Mendengarkan):
- Durasi: Sekitar 30 menit, ditambah 10 menit untuk mentransfer jawaban ke lembar jawaban.
- Jenis Tes: Terdiri dari empat bagian dengan sepuluh pertanyaan di setiap bagian. Kamu akan mendengarkan berbagai jenis rekaman seperti percakapan sehari-hari, monolog, dan diskusi akademik.
Pada bagian Listening IELTS, kemampuan utama yang diuji adalah sejauh mana kamu dapat memahami informasi dari percakapan dan monolog yang memiliki konteks berbeda. Setiap bagian memiliki tingkat kesulitan yang meningkat, dimulai dari percakapan sehari-hari yang lebih mudah hingga situasi akademik atau profesional yang kompleks. Kamu akan mendengar berbagai aksen Bahasa Inggris, seperti British, Australian, hingga American English, sehingga penting untuk membiasakan telinga dengan berbagai aksen tersebut selama latihan.
Beberapa strategi yang dapat kamu lakukan adalah dengan membaca soal terlebih dahulu sebelum audio dimulai. Hal ini membantu kamu menebak jenis informasi yang harus dicari saat mendengarkan. Selain itu, jangan terpaku pada satu jawaban yang terlewat—lanjutkan mendengarkan bagian berikutnya karena setiap detik dalam audio sangat berharga. Latihan rutin dengan podcast, video berbahasa Inggris, atau simulasi tes IELTS akan membantu meningkatkan kemampuan mendengarkanmu secara signifikan.
Reading (Membaca):
- Durasi: 60 menit.
- Jenis Tes: Terdiri dari tiga bagian dengan total 40 pertanyaan. Teks yang diberikan bisa berupa artikel dari buku, majalah, koran, atau jurnal, serta teks informatif dan deskriptif.
Pada bagian Reading IELTS, kemampuan memahami teks tertulis dalam konteks akademik maupun umum akan diuji. Kamu akan menemukan berbagai tipe pertanyaan seperti matching headings, true/false/not given, hingga summary completion. Setiap tipe pertanyaan menuntut strategi yang berbeda, misalnya dengan mencari kata kunci atau sinonim untuk menemukan informasi yang sesuai dalam teks.
Karena waktu yang diberikan hanya 60 menit untuk tiga bacaan yang cukup panjang, keterampilan skimming (membaca cepat untuk mendapatkan ide utama) dan scanning (membaca detail untuk mencari informasi spesifik) sangat penting dikuasai. Disarankan untuk tidak menghabiskan terlalu banyak waktu pada satu soal yang sulit. Jika perlu, tandai terlebih dahulu dan lanjutkan ke soal berikutnya agar semua pertanyaan sempat dikerjakan. Latihan membaca artikel berbahasa Inggris setiap hari akan membantu meningkatkan kecepatan dan pemahamanmu secara alami.
Selain itu, cobalah membaca sumber bacaan yang beragam, seperti The Guardian, National Geographic, atau BBC News. Jenis bacaan ini mirip dengan teks yang sering muncul dalam IELTS Reading, sehingga kamu bisa terbiasa dengan gaya bahasa dan struktur paragraf yang kompleks.
Writing (Menulis):
- Durasi: 60 menit.
Bagian Writing IELTS terdiri dari dua tugas utama. Pada Task 1, kamu akan diminta untuk menjelaskan informasi dari grafik, diagram, tabel, atau peta. Tujuannya adalah menguji kemampuanmu dalam menjelaskan data dengan bahasa formal dan struktur logis. Sementara itu, Task 2 meminta kamu menulis esai argumentatif dengan topik tertentu, seperti pendidikan, lingkungan, teknologi, atau sosial budaya.
Untuk mendapatkan nilai tinggi, penting bagi kamu untuk memahami struktur esai IELTS: pengantar (introduction), isi (body paragraphs), dan penutup (conclusion). Gunakan kalimat kompleks, variasi kosa kata, serta konektor seperti however, therefore, dan in contrast untuk menunjukkan kemampuan menulis akademik. Latihan rutin dengan menulis satu esai per hari dapat membantu memperbaiki kemampuan berpikir kritis sekaligus meningkatkan skor kamu pada band writing.
Sebagai tambahan, mintalah seseorang yang lebih mahir berbahasa Inggris untuk mengoreksi tulisanmu. Masukan dari pembaca lain akan membantu kamu mengetahui kesalahan umum seperti penggunaan tense, pemilihan kata, atau organisasi ide. Kamu juga dapat menggunakan alat bantu seperti Grammarly atau Quillbot untuk memeriksa grammar sebelum mengirimkan latihan tulisanmu.
Speaking (Berbicara):
- Durasi: 11-14 menit.
Bagian Speaking IELTS dilakukan secara tatap muka dengan penguji dan terdiri dari tiga bagian. Pada Part 1, kamu akan menjawab pertanyaan umum tentang diri sendiri, hobi, pekerjaan, atau kehidupan sehari-hari. Part 2 mengharuskan kamu berbicara selama 1–2 menit berdasarkan topik yang diberikan di kartu pertanyaan. Sementara itu, Part 3 bersifat diskusi mendalam di mana penguji akan menanyakan opini dan analisis kamu terhadap isu yang lebih kompleks.
Agar tampil percaya diri, latih kemampuan berbicaramu dengan cara merekam diri sendiri saat menjawab pertanyaan IELTS, kemudian dengarkan hasilnya untuk memperbaiki pengucapan dan struktur kalimat. Fokuslah pada kejelasan ide, kelancaran berbicara (fluency), serta penggunaan tata bahasa yang benar. Kamu tidak perlu berbicara terlalu cepat, yang terpenting adalah jelas dan natural.
Selain itu, jangan takut untuk melakukan kontak mata dengan penguji dan ekspresikan pendapatmu dengan jujur. Penguji IELTS tidak hanya menilai isi jawaban, tetapi juga cara kamu menyampaikan ide dan kemampuanmu berinteraksi secara natural dalam bahasa Inggris. Latihan berbicara dengan teman, tutor, atau melalui platform online seperti IELTS Speaking Partners akan sangat membantu meningkatkan performa kamu di bagian ini.
Setiap komponen tes dirancang untuk mengevaluasi seberapa baik kamu dapat menggunakan dan memahami bahasa Inggris dalam situasi nyata. IELTS hadir dalam dua versi: IELTS Academic dan IELTS General Training, tergantung pada tujuan kamu. IELTS Academic biasanya dibutuhkan untuk studi di perguruan tinggi atau universitas, sedangkan IELTS General Training lebih sering dibutuhkan untuk keperluan pekerjaan atau imigrasi.
Yuk, temukan semua yang perlu kamu ketahui tentang les IELTS online dalam artikel ini! Ayo baca sekarang untuk persiapan ujian yang lebih baik!
Mengapa IELTS Penting?

Sertifikat IELTS (International English Language Testing System) memiliki peranan yang sangat penting, terutama jika Anda berencana untuk belajar, bekerja, atau bermigrasi ke negara-negara berbahasa Inggris. Berikut adalah beberapa alasan mengapa IELTS sangat berharga:
Syarat Penerimaan di Universitas
Banyak universitas di negara-negara seperti Inggris, Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Selandia Baru menetapkan IELTS sebagai syarat utama penerimaan. Skor IELTS menunjukkan kemampuan bahasa Inggris Anda, yang penting untuk mengikuti perkuliahan, menulis esai, dan berpartisipasi dalam diskusi akademik.
Persyaratan Visa dan Imigrasi
Di beberapa negara menggunakan skor IELTS sebagai bagian dari persyaratan visa dan imigrasi. Misalnya, untuk mendapatkan visa kerja atau visa tinggal tetap, skor IELTS dapat membantu menunjukkan bahwa Anda memiliki kemampuan bahasa Inggris yang cukup untuk berkomunikasi dan berintegrasi dengan masyarakat setempat.
Kesempatan Kerja
Banyak perusahaan internasional dan multinasional menggunakan IELTS sebagai salah satu syarat penerimaan karyawan. Skor IELTS yang baik menunjukkan bahwa Anda mampu berkomunikasi dengan efektif dalam lingkungan kerja yang berbahasa Inggris, yang dapat meningkatkan profil profesional Anda di mata calon pemberi kerja.
Meningkatkan Karier Profesional
Memiliki sertifikat IELTS dapat membuka peluang untuk kenaikan pangkat dan tanggung jawab yang lebih besar di tempat kerja. Karyawan yang memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik seringkali dianggap lebih berharga karena mereka dapat membantu perusahaan dalam komunikasi internasional, negosiasi, dan penulisan laporan dalam bahasa Inggris.
Pengakuan Global
IELTS diakui secara luas di seluruh dunia. Lebih dari 10.000 organisasi, termasuk lembaga pendidikan, perusahaan, badan profesional, dan pemerintah, menerima IELTS sebagai bukti kemampuan bahasa Inggris.
Dengan memiliki skor IELTS yang baik, Anda tidak hanya memenuhi persyaratan formal, tetapi juga membuktikan bahwa Anda memiliki keterampilan komunikasi yang diperlukan untuk sukses dalam lingkungan akademis dan profesional internasional. Persiapan IELTS yang matang untuk ujian ini adalah investasi yang akan membawa manfaat jangka panjang bagi karier dan masa depan Anda.
Baca juga: Pentingnya Memilih Pengajar IELTS Berkualitas di Jakarta
Mengetahui Format Tes
Tes IELTS dibagi menjadi empat bagian utama: Listening, Reading, Writing, dan Speaking. Memahami format dan jenis pertanyaan di setiap bagian sangat penting untuk mempersiapkan strategi belajar yang efektif. Berikut penjelasan lebih detailnya:
Listening
Durasi: 30 menit, dan akan diberikan tambahan 10 menit untuk mentransfer jawaban ke lembar jawaban.
Format: Terdapat empat bagian, dengan total 40 pertanyaan.
Pada bagian Listening dalam tes IELTS, kemampuanmu untuk memahami berbagai aksen Bahasa Inggris sangat diuji. Kamu akan mendengarkan percakapan dan monolog yang diucapkan dengan aksen British, Australian, American, atau bahkan kombinasi dari semuanya. Penting untuk berlatih mendengarkan berbagai sumber, seperti podcast, berita internasional, atau saluran YouTube pendidikan untuk membiasakan telinga dengan variasi intonasi dan kecepatan bicara. Selain itu, fokus dan kemampuan mencatat poin penting sangat membantu dalam menjawab pertanyaan dengan akurat.
- Bagian 1: Percakapan antara dua orang dalam konteks kehidupan sehari-hari.
- Bagian 2: Monolog mengenai situasi sehari-hari, seperti informasi tentang fasilitas lokal.
- Bagian 3: Percakapan antara beberapa orang dalam konteks pendidikan atau pelatihan.
- Bagian 4: Berisi monolog mengenai subjek akademis, seperti kuliah universitas.
Jenis Pertanyaan: Pilihan ganda, mencocokkan, menyelesaikan kalimat, dan melengkapi diagram.
Strategi terbaik untuk bagian Listening adalah membaca instruksi dengan cermat sebelum audio diputar, karena kamu hanya akan mendengarkannya sekali. Pastikan juga menulis jawaban dengan ejaan yang benar karena kesalahan kecil dapat mengurangi skor. Cobalah latihan menggunakan simulasi audio IELTS agar terbiasa dengan tempo dan format ujian sebenarnya.
Reading
Durasi: 60 menit.
Format: Terdiri dari tiga bagian, dengan total 40 pertanyaan.
Bagian Reading pada IELTS menilai kemampuanmu memahami ide utama, argumen, detail, dan makna tersirat dari teks berbahasa Inggris. Selain itu, kamu juga diuji dalam menemukan sinonim dan memahami konteks kata dalam kalimat. Manajemen waktu sangat penting, karena kamu harus membaca tiga teks panjang dalam waktu terbatas.
- IELTS Academic: Teks berasal dari buku, artikel jurnal, majalah, dan surat kabar. Teks bisa deskriptif, faktual, dan analitis.
- IELTS General Training: Berisi teks berasal dari buku, majalah, surat kabar, pemberitahuan, iklan, dan manual perusahaan. Fokusnya lebih pada situasi sehari-hari.
Jenis Pertanyaan: Pilihan ganda, identifikasi informasi atau pandangan, mencocokkan informasi, menyelesaikan kalimat, dan melengkapi diagram atau grafik.
Untuk meningkatkan skor Reading IELTS, gunakan teknik skimming untuk menemukan ide utama dengan cepat dan scanning untuk mencari detail spesifik. Latih diri membaca artikel berbahasa Inggris setiap hari agar terbiasa dengan struktur akademik dan kosa kata baru. Perlu diingat bahwa tidak semua pertanyaan disusun secara berurutan dengan teks, jadi tetap fokus dan baca instruksi dengan seksama.
Writing
Durasi: 60 menit.
Format: Terdiri dari dua tugas (Task 1 dan Task 2).
Bagian Writing sering dianggap sebagai yang paling menantang dalam IELTS karena menuntut kemampuan berpikir kritis dan struktur penulisan yang jelas. Kamu harus mampu menyampaikan ide dengan kohesif, menggunakan kosakata yang tepat, serta menjaga tata bahasa yang benar. Struktur paragraf yang rapi dan penjelasan logis akan membantu meningkatkan coherence dan task response, dua kriteria penting dalam penilaian.
- Task 1 (IELTS Academic): Membuat laporan dengan menggunakan grafik, tabel, diagram, atau peta sebagai bahan.
- Task 1 (IELTS General Training): Menulis surat formal atau informal.
- Task 2 (Kedua Format): Menulis esai sebagai respon terhadap pandangan, argumen, atau masalah tertentu. Dalam Task 2 memiliki bobot nilai lebih tinggi daripada Task 1.
Jenis Tulisan: Diskriptif, eksplanatori, dan argumentatif.
Tips penting untuk Writing adalah selalu rencanakan struktur sebelum menulis. Gunakan waktu 5 menit pertama untuk membuat kerangka ide agar tulisanmu lebih fokus. Hindari penggunaan kata berulang, dan pilih sinonim yang tepat untuk meningkatkan skor lexical resource. Jangan lupa baca ulang hasil tulisanmu untuk memeriksa kesalahan tata bahasa dan ejaan sebelum waktu habis.
Speaking
Durasi: 11-14 menit.
Format: Terdiri dari tiga bagian.
- Bagian 1: Pertanyaan umum dan wawancara terlebih dahulu tentang diri sendiri, keluarga, pekerjaan, pendidikan, dan minat
- Bagian 2: Pemberian kartu tugas yang berisi topik tertentu. Kamu memiliki satu menit untuk mempersiapkan, lalu berbicara selama 1-2 menit.
- Bagian 3: Diskusi lebih mendalam tentang topik di bagian kedua, meliputi pertanyaan yang lebih kompleks dan abstrak.
Jenis Pertanyaan: Pertanyaan terbuka dan diskusi.
Bagian Speaking dirancang untuk menilai kemampuan komunikasi lisan secara alami. Kamu tidak hanya dinilai dari kefasihan, tetapi juga dari cara menyusun kalimat, penggunaan kosakata, dan kemampuan menyampaikan opini dengan percaya diri. Latihan berbicara setiap hari, bahkan dengan diri sendiri atau menggunakan voice recorder, dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan ekspresifmu.
Selain itu, biasakan menjawab dengan kalimat lengkap dan tidak terlalu pendek. Gunakan konektor seperti “on the other hand”, “for example”, atau “in my opinion” untuk membuat jawaban terdengar lebih natural dan koheren. Penutur yang percaya diri dan tenang biasanya mendapat kesan positif dari penguji.
Ayo, jangan lewatkan panduan lengkap tentang pertanyaan dan tips speaking IELTS dalam artikel ini! Baca sekarang untuk persiapan speaking yang lebih percaya diri!
Strategi Belajar Listening

Mengasah kemampuan mendengar (listening) bisa menjadi tantangan dalam persiapan IELTS. Berikut adalah beberapa tips detail untuk meningkatkan kemampuan Anda:
Dengarkan Podcast atau Berita Berbahasa Inggris Setiap Hari:
Mendengarkan podcast atau berita dalam bahasa Inggris secara teratur membantu Anda terbiasa dengan berbagai aksen dan gaya berbicara. Hal ini juga memperluas kosakata Anda dan meningkatkan pemahaman mendengar.
Cobe dengan menonton Film atau Video dengan Subtitle Bahasa Inggris:
Menonton film atau video dengan subtitle bahasa Inggris membantu Anda mengaitkan kata-kata yang Anda dengar dengan tulisan yang Anda lihat. Ini memperkuat koneksi antara pendengaran dan pemahaman visual.
Latihan dengan Mendengarkan Rekaman Tes Listening IELTS:
Mendengarkan rekaman tes Listening IELTS secara teratur membantu Anda akrab dengan format dan jenis pertanyaan yang mungkin muncul. Praktik ini juga memperbaiki kemampuan Anda dalam mengikuti petunjuk dan menangkap detail-detail penting.
Baca juga: IELTS: Contoh Soal dan Strategi Sukses dalam Writing
Strategi Belajar Reading
Untuk meningkatkan kemampuan Reading, berikut adalah tips yang dapat Anda terapkan:
Membaca Berbagai Jenis Teks:
Rutin membaca artikel, laporan, dan esai membantu Anda beradaptasi dengan gaya penulisan yang berbeda-beda. Ini juga meningkatkan kemampuan Anda dalam memahami berbagai topik yang mungkin diuji dalam IELTS.
Latihan Membaca Cepat:
Agar Anda dapat meningkatkan kecepatan membaca tanpa mengorbankan pemahaman, penting untuk rajin berlatih membaca dengan cepat. Teknik skimming (melihat secara cepat untuk informasi utama) dan scanning (mencari informasi tertentu) sangat bermanfaat dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan tes Reading.
Memahami Teknik Skimming dan Scanning:
Teknik skimming membantu Anda untuk mendapatkan gambaran umum teks dengan cepat, sementara scanning membantu Anda menemukan informasi spesifik yang diperlukan.
Yuk, mari kita eksplorasi bersama dalam artikel ini untuk mengenal lebih dalam tentang IELTS!
Strategi Belajar Writing

Menulis esai dalam ujian IELTS memerlukan strategi yang efektif. Berikut tips untuk meningkatkan kemampuan menulis Anda:
Pelajari Struktur Esai yang Baik:
Memahami struktur esai yang baik, termasuk pendahuluan, isi, dan kesimpulan, membantu Anda menyusun ide-ide secara teratur dan efektif.
Latihan Menulis Berbagai Jenis Esai:
Berlatih menulis berbagai jenis esai, seperti esai argumentatif dan esai diskusi, membantu Anda mempersiapkan diri untuk berbagai tipe pertanyaan yang mungkin muncul dalam tes.
Minta Feedback dari Teman atau Tutor:
Mendapatkan umpan balik dari orang lain membantu Anda memperbaiki kesalahan dan mengembangkan gaya penulisan yang lebih kuat dan jelas.
Baca juga: IELTS Berbasis Komputer: Keuntungan, Tantangan & Persiapan
Strategi Belajar Speaking
Untuk meningkatkan kemampuan persiapan IELTS Speaking dan meningkatkan kepercayaan diri Anda, berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda ikuti:
Mulai Latihan Berbicara di Depan Cermin atau dengan Teman:
Berlatih berbicara di depan cermin membantu Anda memperbaiki intonasi, vokal, dan bahasa tubuh Anda. Berbicara dengan teman juga memberikan kesempatan untuk berlatih dalam suasana yang lebih santai dan alami.
Simulasikan Wawancara dengan Menggunakan Pertanyaan yang Sering Muncul di Tes IELTS:
Mempraktikkan pertanyaan yang sering muncul dalam tes IELTS membantu Anda untuk mempersiapkan jawaban yang baik dan efektif.
Rekam Dirimu Saat Berbicara dan Dengarkan Kembali:
Merekam percakapan atau presentasi Anda membantu Anda mengevaluasi kemampuan berbicara Anda sendiri, mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki, dan mengukur kemajuan Anda dari waktu ke waktu.
Ayo, temukan perbedaan detail antara TOEFL dan IELTS dalam artikel ini! Baca sekarang untuk memilih ujian yang paling cocok untuk tujuan akademik atau profesionalmu!
Dengan menerapkan strategi-strategi ini secara konsisten dalam persiapan IELTS Anda, Anda akan meningkatkan kemampuan Anda secara signifikan di setiap bagian tes dan meningkatkan peluang sukses Anda dalam mencapai skor yang diinginkan.
Persiapan IELTS memang membutuhkan waktu dan usaha yang serius. Dengan perencanaan dan latihan yang konsisten, Anda bisa mencapai skor yang Anda inginkan. Semoga sukses!
Nah, sekarang Anda sudah tahu apa saja yang perlu Anda persiapkan. Mari mulai persiapan Anda untuk mencapai skor yang memenuhi persyaratan universitas target Anda. Banyak sekali tes latihan online yang tersedia di internet, namun masih merasa bingung? Bergabunglah dengan kami sekarang.
