
Kalau kamu pernah atau sedang berjuang buat dapetin skor IELTS 8.0 ke atas, satu hal yang pasti: prosesnya jarang lurus-lurus aja. Banyak banget cerita random, kebiasaan aneh, sampai hal absurd yang cuma bisa dipahami sesama pejuang IELTS.
Dari luar mungkin kelihatan lebay, tapi buat yang ngejalanin, semua itu terasa masuk akal demi satu tujuan besar: skor tinggi. IELTS bukan sekadar tes bahasa Inggris biasa. Ini adalah ujian mental, konsistensi, dan kadang… keabsurdan. Banyak pejuang IELTS yang menghadapi tantangan ini dengan cara-cara kreatif yang tak terduga, mulai dari mengintegrasikan bahasa Inggris ke dalam rutinitas harian hingga mencoba metode belajar yang tampak tidak konvensional. Proses ini sering kali melibatkan trial and error, di mana setiap kegagalan menjadi pelajaran berharga untuk mendekati target skor IELTS yang diimpikan.
Semakin tinggi target skor, semakin kreatif juga cara belajar yang ditempuh. Nah, berikut ini lima hal absurd tapi real yang sering dilakukan pejuang IELTS demi ngejar skor 8.0+. Siapa tahu kamu ngerasa, “Loh, ini gue banget.” Dalam perjalanan ini, penting untuk tetap termotivasi dan mencari strategi yang sesuai dengan gaya belajar masing-masing, karena apa yang berhasil untuk satu orang mungkin perlu disesuaikan untuk yang lain.
Baca juga: Program Non STEM Favorit Awardee LPDP! Jalan Karier Keren Buat Kamu
1. Nonton BBC Tanpa Subtitle dan Nggak Ngerti Apa-Apa, Tapi Tetap Dilanjutin
Buat pejuang IELTS, terutama yang ngejar band 8 ke atas, BBC itu udah kayak kitab suci listening. Aksen British, kosa kata formal, dan topik beratnya dianggap “makanan sehari-hari” yang wajib disantap. Masalahnya, nonton BBC tanpa subtitle itu nggak semudah yang dibayangkan.
Di awal, banyak yang cuma bengong. Kalimat lewat, otak belum nyampe, tapi dialog sudah ganti topik. Kadang cuma nangkep satu dua kata, sisanya hilang entah ke mana. Yang absurd adalah, meski nggak ngerti, videonya tetap diputar sampai habis.
Alasannya klasik, “Biar telinga kebiasa.” Dan anehnya, ini memang ada efeknya. Walau nggak instan, lama-lama otak mulai adaptasi. Intonasi mulai familiar, struktur kalimat mulai kebaca, dan kata-kata yang dulu asing pelan-pelan jadi kenal. Selain itu, metode ini membantu meningkatkan kemampuan listening secara pasif, di mana kamu belajar mengenali pola suara dan konteks tanpa bergantung pada teks tertulis. Tips untuk memaksimalkan hal ini adalah memulai dengan episode pendek terlebih dahulu, kemudian secara bertahap meningkatkan durasi, sambil mencatat kata-kata baru yang didengar untuk ditinjau ulang nanti.
Pejuang IELTS paham betul kalau listening bukan cuma soal ngerti arti kata, tapi soal kebiasaan mendengar bahasa Inggris natural. Jadi walaupun awalnya cuma jadi penonton bingung, mereka tetap lanjut nonton BBC dengan penuh keyakinan. Insight dari para top scorer IELTS menunjukkan bahwa konsistensi dalam eksposur terhadap aksen asli seperti ini dapat meningkatkan skor listening hingga 1-2 band dalam waktu beberapa bulan, asalkan dibarengi dengan latihan aktif seperti shadow speaking atau mendengarkan ulang segmen yang sulit.
Lebih lanjut, integrasi BBC ke dalam rutinitas harian bisa dilakukan dengan menonton berita pagi sambil sarapan atau mendengarkan podcast BBC saat berolahraga, sehingga belajar terasa lebih menyenangkan dan tidak membebani. Hal ini juga membantu dalam mempersiapkan bagian listening IELTS yang sering kali mencakup topik-topik aktual seperti lingkungan, teknologi, atau isu sosial, yang mirip dengan konten BBC.
2. Bikin Podcast Sendirian, Kadang Pas Lagi Motoran
Kalau orang lain naik motor sambil nyanyi lagu galau, pejuang IELTS malah sibuk monolog pakai bahasa Inggris. Entah ngomongin topik random, latihan jawab speaking part 2, atau sekadar curhat tentang hidup tapi versi English.
Fenomena bikin “podcast pribadi” ini cukup sering kejadian. Ada yang rekam pakai voice note, ada juga yang cuma ngomong sendiri tanpa direkam. Tujuannya satu: melatih kelancaran berbicara.
Speaking IELTS itu tricky. Bukan cuma soal grammar, tapi juga flow, pronunciation, dan kepercayaan diri. Makanya, banyak pejuang IELTS memilih latihan di situasi paling absurd sekalipun, termasuk saat motoran, jalan kaki, atau nunggu bus. Metode ini efektif karena memaksa otak untuk berpikir cepat dalam bahasa Inggris di tengah distraksi, mirip dengan kondisi tes speaking yang mengharuskan respons spontan.
Lucunya, kadang mereka terlalu fokus ngomong sampai lupa sekitar. Tapi dari kebiasaan ini, speaking jadi lebih natural. Otak dilatih berpikir dalam bahasa Inggris tanpa banyak mikir struktur. Walaupun kelihatannya aneh, cara ini sering bikin speaking score naik signifikan. Untuk tips tambahan, setelah merekam, dengarkan ulang rekaman tersebut untuk mengidentifikasi kesalahan pronunciation atau filler words seperti “um” dan “ah”, kemudian latihan ulang hingga lebih lancar. Insight dari pelatih IELTS menyarankan untuk memilih topik yang relevan dengan tes, seperti lingkungan, pendidikan, atau teknologi, agar latihan lebih terfokus dan SEO-friendly untuk pencarian terkait tips IELTS speaking.
Selain itu, menggabungkan latihan ini dengan feedback dari teman atau aplikasi seperti ELSA Speak bisa memberikan insight lebih dalam tentang area yang perlu ditingkatkan, sehingga proses belajar menjadi lebih efisien dan menargetkan skor IELTS 8.0+ dengan strategi yang tepat.
3. Tiba-Tiba Jadi Grammar Police di Grup Chat
Ini salah satu efek samping belajar IELTS yang paling relate. Awalnya cuma belajar grammar buat writing dan speaking. Lama-lama, tiap lihat chat teman yang typo atau salah tense, mata langsung gatel. “Harusnya pake past tense deh.” “Eh itu countable nggak sih?” “Kalau formal, better pakai which.”
Baca juga: Biaya Hidup Kuliah di Malaysia Realistis Gak Sih Buat Anak Indonesia? Ini Jawabannya!
Tanpa sadar, pejuang IELTS berubah jadi grammar police dadakan. Bukan sok pintar, tapi karena otaknya udah kebiasaan menganalisis struktur kalimat. Bahkan saat baca caption Instagram atau tweet random, refleks langsung ngecek grammar.
Meskipun terkesan sepele, kebiasaan ini sebenarnya bantu banget. Sensitivitas terhadap kesalahan bahasa bikin kemampuan writing dan speaking makin tajam. Pejuang IELTS jadi lebih aware sama detail kecil yang sering jadi penilaian penting di band score tinggi. Narasi dari banyak peserta tes menunjukkan bahwa kebiasaan ini membantu dalam writing task 1 dan 2, di mana akurasi grammar berkontribusi hingga 25% dari skor keseluruhan. Tips untuk memanfaatkan hal ini adalah membuat jurnal harian dalam bahasa Inggris dan merevisinya secara rutin, atau bergabung dengan komunitas online seperti Reddit’s r/IELTS untuk berbagi dan mendapatkan feedback.
Insight lebih lanjut, dengan menjadi “grammar police” secara internal, kamu bisa mengembangkan kemampuan self-editing yang krusial untuk mencapai skor IELTS tinggi, karena tes mengharuskan kemampuan mandiri tanpa bantuan eksternal. Hal ini juga relevan untuk persiapan karir internasional, di mana komunikasi yang akurat sangat dihargai.
4. Nonton Drakor Pakai Subtitle Bahasa Inggris, Bukan Bahasa Indonesia
Buat pecinta drakor, ini pengorbanan besar. Cerita yang harusnya dinikmati dengan santai malah berubah jadi sesi belajar listening dan reading.
Subtitle bahasa Inggris sering kali beda struktur dengan bahasa Indonesia. Kalimatnya lebih padat, idiomnya lebih banyak, dan kadang terkesan kaku. Tapi justru di situlah tantangannya.
Dengan nonton drakor pakai subtitle Inggris, pejuang IELTS belajar banyak hal. Mulai dari ekspresi sehari-hari, kosakata emosional, sampai cara menyampaikan perasaan dalam bahasa Inggris. Ini sangat membantu buat speaking dan writing task 2 yang butuh opini dan emosi. Selain itu, metode ini meningkatkan kemampuan reading comprehension secara tidak langsung, karena kamu harus membaca subtitle cepat sambil mengikuti dialog.
Walaupun awalnya capek dan bikin otak panas, lama-lama jadi terbiasa. Bahkan ada yang akhirnya ngerasa subtitle Indonesia malah terlalu “ringkas” setelah terbiasa dengan versi Inggris. Tips praktis adalah memilih drakor dengan tema yang ringan terlebih dahulu, seperti romansa atau komedi, sebelum beralih ke genre yang lebih kompleks seperti thriller, untuk membangun kepercayaan diri. Insight dari ahli bahasa menunjukkan bahwa eksposur terhadap bahasa Inggris melalui hiburan seperti ini dapat meningkatkan vocabulary retention hingga 30% lebih baik dibandingkan metode tradisional.
Lebih jauh, integrasi ini bisa diperluas ke serial lain seperti K-pop lyrics atau variety show Korea dengan subtitle Inggris, sehingga belajar IELTS terasa lebih menyenangkan dan berkelanjutan, mendukung pencapaian skor 8.0+ dengan cara yang kreatif.
5. Bikin Vision Board Demi Nambah Semangat
Di titik tertentu, belajar IELTS bukan lagi soal kemampuan bahasa, tapi soal mental. Capek, bosan, dan insecure sering datang silih berganti. Apalagi kalau targetnya 8.0+, tekanan dari diri sendiri bisa lumayan berat.
Makanya, banyak pejuang IELTS bikin vision board. Isinya bisa macam-macam. Ada skor impian, foto kampus luar negeri, negara tujuan, sampai quotes penyemangat. Semuanya ditempel atau dijadiin wallpaper HP.
Mungkin kelihatan cheesy, tapi vision board ini punya efek psikologis yang kuat. Setiap kali lelah, pejuang IELTS diingatkan lagi kenapa mereka mulai. Tujuan besar itu bikin mereka bertahan, meski prosesnya kadang absurd dan melelahkan. Narasi dari psikolog pendidikan menekankan bahwa visualisasi seperti ini meningkatkan motivasi intrinsik, membantu mengatasi burnout yang umum di kalangan pelajar bahasa.
Baca juga: Jepang Pilih India Buat Lanjutkan Generasi? Emang Separah Apa Masalahnya?
Tips untuk membuat vision board yang efektif adalah menyertakan milestone kecil, seperti “mencapai band 7.0 dalam practice test”, untuk memberikan rasa pencapaian bertahap. Insight tambahan, menggabungkan vision board dengan journaling harian tentang kemajuan belajar dapat memperkuat komitmen, sehingga proses menuju skor IELTS tinggi menjadi lebih terstruktur dan positif.
Absurd, Tapi Penuh Perjuangan
Kalau dilihat dari luar, kebiasaan-kebiasaan di atas memang kelihatan aneh. Tapi buat pejuang IELTS, semua itu adalah bagian dari proses. Nggak ada jalan instan buat dapetin skor tinggi. Yang ada cuma konsistensi, eksperimen metode belajar, dan kemauan buat keluar dari zona nyaman.
IELTS 8.0+ bukan cuma soal pintar bahasa Inggris, tapi soal seberapa jauh kamu mau beradaptasi dengan bahasa itu dalam kehidupan sehari-hari. Dari nonton, ngobrol, mikir, sampai mimpi pun kadang pakai bahasa Inggris. Adaptasi ini melibatkan perubahan pola pikir, di mana bahasa Inggris menjadi bagian integral dari identitas, bukan sekadar alat tes.
Kalau kamu lagi ada di fase ini, percaya deh, kamu nggak sendirian. Banyak pejuang IELTS lain yang juga melakukan hal-hal absurd demi mimpi mereka. Komunitas online seperti forum IELTS atau grup Facebook sering menjadi tempat berbagi cerita, di mana kamu bisa mendapatkan dukungan dan tips baru untuk memperkaya perjalanan belajarmu.
Insight akhir, kesuksesan dalam IELTS sering kali datang dari kombinasi antara usaha pribadi dan dukungan eksternal, sehingga jangan ragu untuk mencari mentor atau kursus yang bisa mempercepat kemajuanmu.
Saatnya Belajar Lebih Terarah dan Efektif
Belajar mandiri itu bagus, tapi akan jauh lebih maksimal kalau dibarengin dengan bimbingan yang tepat. Ultimate Education hadir sebagai rekomendasi tempat kursus IELTS terbaik buat kamu yang pengin belajar lebih terarah, strategis, dan sesuai target skor.
Di Ultimate Education, kamu bisa dapetin kursus dan bimbingan IELTS dengan materi up-to-date, pengajar berpengalaman, serta metode belajar yang disesuaikan dengan kebutuhan kamu. Program ini dirancang untuk menargetkan kelemahan spesifik, seperti listening atau writing, dengan latihan simulasi tes yang realistis.
Nggak cuma itu, Ultimate Education juga menyediakan jasa penerjemah profesional buat kebutuhan akademik maupun profesional, jadi kamu bisa sekalian upgrade skill bahasa Inggris secara menyeluruh. Layanan ini sangat berguna untuk persiapan dokumen beasiswa atau lamaran kerja internasional, di mana akurasi bahasa menjadi kunci sukses.
Kalau kamu serius ngejar skor IELTS tinggi dan pengin proses belajarnya lebih efektif tanpa harus trial-error sendirian, Ultimate Education bisa jadi partner terbaik dalam perjalanan kamu. Karena mimpi besar butuh persiapan yang nggak main-main. Dengan pendekatan holistik, kursus ini tidak hanya fokus pada tes, tapi juga pengembangan skill bahasa jangka panjang yang mendukung karir dan pendidikan globalmu.
